Rabu, 21 November 2018
Home/ Berita/ Kisah “Klinik Sepeda” Relawan Muhammadiyah untuk Korban Gempa Palu

Kisah “Klinik Sepeda” Relawan Muhammadiyah untuk Korban Gempa Palu

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALU — Muhammadiyah telah hadir jauh sebelum kemerdekaan, narasi sejarah tersebut tidak bisa diingkari. Sejak berdirinya tahun 1912, Muhammadiyah telah banyak memberikan sumbangsi untuk Negeri. Baik yang berbentuk dan yang tak berbentuk. Dewasa ini, aksi Muhammadiyah melalui Majelis dan Lembaga dibawahnya telah banyak dirasakan oleh bangsa Indonesia.

Organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta merupakan organisasi sosial, keagamaan yang memiliki etos kerja dibidang kemanusiaan yang tinggi. Salah satunya melalui Lembaga Penangulangan Bencana (LPB), melalui lebaga ini Muhammadiyah telah banyak memberikan dan melakukan penanganan bencana di kawasan nasional maupun internasional. Khususnya bencana di Indonesia, LPB Muhammadiyah menjadi tim kesiap-siagaan non pemerintah yang aktif dan cepat dalam melakukan penanganan.Kiprah LPB pastinya tidak dapat dilepaskan dari sumbangsih Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) yang merupakan corong pendanaan filantropi Muhammadiyah.

Dalam melakukan penanganan korban bencana, tidak jarang ditemukan sesuatu yang unik. Keunikan tersebut muncul lantaran keadaan lokasi bencana yang diluar dugaan. Seperti yang dialami oleh dr Dien Kalbu Ady, ketika ditugaskan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan penanganan korban terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu.

Dokter yang menamatkan studi kedokterannya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini mengungkapkan kejadian unik yang dialaminya selama diterjunkan menjadi relawan yang mengurusi kesehatan di Palu. Ia mengungkapkan bahwa, tidak bisa  disamakan pelayanan kesehatan ketika dalam keadaan normal dengan penanganan ketika terjadi bencana.

Dien menceritakan tentang bagaimana perjuangan tim MDMC dalam menjalankan tugas pelayanan medis ketika di Palu. Salah satunya adalah melakukan pelayanan dengan memakai sepeda angin. Pemilihan sepeda sebagai moda transportasi ketika melakukan penanganan keliling mendatangi pasien.

“Karena jalan masih sulit diakses dengan mobil, kita memakai sepeda sebagai alternatif,” ucap Dien ketika dihubungi pada Senin (22/10).

Rute jalan yang sulit dilalui, membuat tim memutar otak supaya tetap bisa menjangkau pasien ditempat yang tidak bisa diakses dengan mobil. Sehingga muncul ide untuk membuat “Klinik Sepeda”.

“Karena bersepeda dengan keadaan medan seperti itu, pernah salah satu relawan terjatuh. Ini menjadi cerita yang menarik untuk dikenang,” ujar Dien.

“Selain terjatuh, ada kejadian unik lainnya yaitu ketika akan melakukan visite ke tenda penampungan. Ketika hendak mengayuh sepeda, eh ternyata ban sepeda bocor,” Kejadian tersebut sontak disambut gelak tawa relawan, “Yah, meskipun juga ada yang ‘ngerutu’,” kenang Dien.

Selain itu, Dien selama memberikan layanan kesehatan kerap menemukan penyakit yang dominan menjangkiti pasien terdampak bencana di Palu. Antara lain ispa, sepalgia, osteoartristis, hipertensi, dan penyakit kulit. Kelima penyakit tersebut menduduki posisi teratas yang banyak menyerang para pengungsi.

Selain pelayanan kesehatan, Muhammadiyah juga melakukan penanganan bagian pembanguan hunian sementara (huntara), logistik, dan psikososial.

“Semua itu saling bersinergi dibawah payung Muhammadiyahone respon,” tegas Dien.

MDMC juga merencanakan untuk kembali memfungsikan Klinik Bersalin Siti Fadhila yang telah lama tidak aktif. Dien menyebutkan, Klinik yang lokasinya berdekatan dengan Kampus Universitas Muhammadiyah Palu, akan diaktifkan kembali untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Nanti Klinik ini akan dimanfaatkan untuk melakukan pelayanan kesehatan. Bukan hanya saat bencana, tapi juga dipakai seterusnya,” tambah Dien.

Dengan dihidupkannya klinik ini, Muhammadiyah bisa terus berperan dan memberikan kebaikan untuk bangsa. Karena ber-Indonesia bukan hanya disampaikan melalui pengakuan, tapi juga dengan perbuatan. (A’n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *